MAHASISWA UNISNU RAIH PRESTASI PADA AJANG NASIONAL

MAHASISWA UNISNU RAIH PRESTASI PADA AJANG NASIONAL

Jepara – Berawal dari inisiatif pribadi, dua mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UNISNU Jepara berhasil raih juara empat pada ajang nasional. Mahasiswa yang sering disapa Mutan dan Diki mengikuti ajang kompetisi bergengsi “Digital Learning Session: Mobile Apps Competition” yang dilenggarakan oleh Yayasan Plan Internasional Indonesia, (29 Juli-16 September 2019) kategori umum.

Inovasi yang dikompetisikan kedua mahasiswa tersebut adalah aplikasi edukasi sekolah aman bencana dengan target SD-SMP yang mengangkat judul KOTANA (Sekolah Tanggap Bencana). Salah satu anggota tim, Diki mengatakan KOTANA merupakan sebuah konsep edukasi upaya penyelamatan saat terjadi bencana. Aplikasi tersebut berbasis android menggunakan bahasa pemrograman dart dan framework flutter.

“KOTANA dibuat untuk mengedukasi siswa SD-SMP bahkan masyarakat luas tentang bagaimana cara penyelamatan saat terjadi bencana alam. Contohnya, mengenali apa saja tanda-tanda sebelum terjadinya bencana alam tersebut.” Ujar Diki dari hasil wawancara, (20/09/19).

“Aplikasi yang kita buat tergolong cukup simple, bahkan awalnya tidak menyangka akan lolos hingga lima besar. Karena targetnya siswa SD-SMP, jadi keunikan yang kita angkat di aplikasi kita adalah mudah dipahami, mudah dimengerti, desain dan materi juga kita buat semenarik mungkin. Tidak terlalu bertele-tele.” Sahut Mutan.

Kompetisi tersebut diikuti oleh 50 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Dari banyaknya tahap penyeleksian yang cukup ketat, kedua mahasiswa tersebut lolos hingga lima besar dan terpilih menjadi juara ke-empat. Selama kompetisi berlangsung, kedua mahasiswa tersebut tentu mendapat banyak dukungan dari Program Studi, baik berupa moril maupun materiil.

Bapak Khanif Zyen selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika mengatakan, “Dari prodi tentu selalu mendukung dan membimbing selama kompetisi berlangsung, dan ini menjadi kebanggaan tersendiri, walaupun posisinya dari kota kecil tetapi bisa bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa dari kota besar.” (Lensa Media)


Admin TIF

Komentar